Aku bukannya tiba-tiba memiliki sayap dan seketika terbang ke Ubud. Aku lahir dan tumbuh di Sumatera Barat, lalu merantau ke tempat-tempat yang sebelumnya (bahkan) tidak pernah terdengar di dalam kelas. Makassar, Ubud, Nabire, Manokwari, Waropen, Dobo, Tual, Saumlaki, dan banyak lagi. Namun, di manapun berada, aku justru lebih sering mendurhakai pepatah lama: “Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung.” Di manapun berada, aku lebih sering melihat dari sudut pandang orang Padang, dan berpikir seperti kebanyakan lelaki Minang.

Bahkan, ketika berbicara dalam bahasa Indonesia pun, dialek Minangkabau-ku secara tak sadar masih terbawa-bawa. Barangkali, ketidaksadaran seperti itulah yang turut mempengaruhi karya-karyaku. Delapan cerita pendek yang terinspirasi dari isu-isu di Ranah Minang dan kehidupan masyarakat di Minangkabau itulah yang kemudian membawaku bersama 15 penulis lainnya ke Ubud Writers and Readers Festival (UWRF) 2016. Dengan judul ‘Lagi, Dua Penulis Sumbar Terbang ke Ubud’, Harian Haluan berhasil mengabarkannya dengan bahasa yang lebih menarik. BACA DI SINI >>>

Delapan cerita pendek yang kukirim ke Ubud Writers and Readers Festival pun memiliki kisahnya sendiri dan persinggahannya masing-masing. Kawan-kawan penulis (yang lebih produktif) menyebutnya dengan Riwayat Publikasi:

  1. Pabaruak (Pemenang II Sayembara Penulisan Cerpen Etnika Fest FIB UGM 2015; Riau Pos, 8 November 2015; dan dimuat dalam Billingual Anthology ‘Tat Tvam Asi’ Ubud Writers and Readers Festival 2016)
  2. Berselimut Meja Makan (Pemenang II Sayembara Penulisan Cerita dari Kampung FKIP Uniram 2015; Harian Singgalang, 29 November 2015)
  3. Yang Berjalan Menyusuri Hutan (Pemenang III Sayembara Penulisan Cerpen Forum Sastra Bumi Pertiwi 2015; Batam Pos, 8 November 2015)
  4. Batu yang Terus Berjatuhan (Nominasi Sayembara Penulisan Cerpen Lokalitas GBSI 2015; Harian Haluan, 11 September 2016)
  5. Yang Mengalir ke Mata Air (Padang Ekspres, 14 Juni 2015)
  6. Minangesok (Harian Haluan, 24 Januari 2016)
  7. Perihal sepasang Itik (Harian Haluan, 24 April 2016)
  8. Tareh Jilatang di Paruh Elang (Singgalang Minggu, 12 Juni 2016)

I am you, you are me!