Wawancara dengan Enang Rokajat Asura

Penulis adalah salah satu profesi yang paling berisiko. Salah satu risikonya ketika ia mendapati beberapa pertanyaan tak penting yang pada akhirnya menimbulkan risiko lain bila ia enggan memberi jawaban. Untuk itu, saya mulai mengumpulkan beberapa pertanyaan, memilih, dan mencoba menanyakannya kembali kepada beberapa rekan penulis. Penulis senior Enang Rokajat Asura akan menjawab 6 pertanyaan tak penting yang sering diajukan pada penulis:

  1. Apa yang mendorong Anda untuk menyelesaikan sebuah karya?
    Tanggung jawab kepada profesi dan kepercayaan pihak lain (penerbit, pembaca, permintaan teman).
  2. Menurut Anda, apa standar sukses dari seorang penulis?
    Sukses bagi penulis adalah melahirkan karya secara berkesinambungan.
  3. Di mana tempat yang paling sering Anda gunakan saat menulis dan kapan waktu terbaik Anda untuk menulis?
    Di ruang kerja dan waktu fleksibel.
  4. Apa yang Anda lakukan bila mengalami kebuntuan saat menulis?
    Istirahat atau membaca buku dan membaca alam.
  5. Apa motivasi Anda saat menerbitkan sebuah buku dan apa alasan Anda saat membeli sebuah buku?
    Kebutuhan.
  6. Buku siapa yang paling berpengaruh dalam proses penulisan Anda dan bisa ceritakan sedikit tentang buku tersebut?
    Para Priyayi karya Umar Kayam. Menurut saya, itu salah satu buku yang wajib dibaca dan rasanya orang-orang sudah mengetahui ceritanya secara keseluruhan.

E. Rokajat Asura

Enang Rokajat Asura telah menerima banyak penghargaan untuk karya sastra. Ia telah menerbitkan sejumlah karya fiksi sejarah, di antaranya: Kupilih Jalan Gerilya – Roman Hidup Panglima Besar Jenderal Soedirman; Suluk Gunung Jati – Novel Perjalanan Ruhani Syaikh Syarif Hidayatullah; Kesatria Terakhir – Misteri Runtuhnya Kerajaan Pajajaran; Soedirman & Alfiah; Serat Cantigi; Harisbaya Bersuami Dua Raja; Prabu Siliwangi – Bara di Balik Terkoyaknya Raja Digdaya; dan Air Mata Surga. Pada tahun 2016, E Rokajat Asura diundang ke festival Internasional Ubud Writers and Readers Festival (UWRF) 2016.